Kamis, 17 September 2015

Perbedaan Sonar dan Radar

Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Beberapa aplikasi atau penerapan hal yang bekerja dengan prinsip gelombang diantaranya:

1. Sonar
Sonar pertama untuk mendeteksi kapal selam atau benda benda bawah laut lainnya dengan menggunakan sifat-sifat piezoelektrik kuartz. Sonar merupakan sistem yang menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi dan menetapkan lokasi obyek di bawah laut atau untuk mengukur jarak bawah laut. Sejauh ini sonar telah luas digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau,mendeteksi kedalaman, penangkapan ikan komersial, keselamatan penyelaman, dan komunikasi di laut.
Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan mengirim gelombang suarabawah permukaan dan kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang ke operator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.
Bahkan ada hewan yang memiliki snar alami yang luarbiasa, yaitu kelelawar. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi awal, para ilmuwan melaporkan kelelawar memancarkan frekuensi suara yang mendeteksi gerakan dan hambatan sekitar. Mereka menemukan kelelawar membuat template mental dari setiap siaran dan gema untuk membedakan pantulan echo benda satu dengan lain. Penelitian ini penting untuk desain sistem sonar radar yang lebih baik dengan memanfaatkan kemampuan alami kelelawar. Kelelawar memiliki kemampuan menggunakan gema sebagai pengidentifikasi objek tak kelihatan. Para peneliti ini menyusun jaringan rantai dari langit-langit ke lantai. Mereka menguji kemampuan kelelawar cokelat besar pada berbagai jalur penerbangan dan mengubah kondisi jala dengan cepat.
Mikrofon radio mini dilekatkan pada kepala kelelawar untuk merekam suara mereka. Mikrofon lainnya ditempatkan di ruangan pencatat gema. Gerakan kelelawar difilmkan dengan kamera resolusi tinggi. Tim segera sadar kelelawar dihadapkan dengan gema tumpang tindih. Itu bisa menciptakan kebingungan mencari lokasi hambatan dan bisa memproduksi benda tidak nyata. Ahli menyimpulkan bahwa ketika ada banyak hambatan dalam lingkungan, kelelawar memancarkan suara dengan cepat dan Itu tidak bisa menunggu suara lain kembali sebelum memperbarui citra.
Kelelawar mengatasi kebingunan ini dengan membuat sebuah template, atau mental sidik jari, berdasarkan pancaran suara dan gema. Dengan cara itu, kelelawar hanya perlu sedikit mengubah frekuensi dari siaran untuk membuat echo template yang tak sesuai aslinya. Tim menemukan kelelawar mengubah pancaran frekuensi tak lebih dari 6 Kilohertz.

2. Radar
Radar (Detection and Ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio) adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda seperti pesawat terbang, berbagai kendaraan bermotor dan informasi cuaca(hujan). Panjang gelombang yang dipancarkan radar adalah beberapa milimeter hingga satu meter. Gelombang radio/sinyal yang dipancarkan dan dipantulkan dari suatu benda tertentu akan ditangkap oleh radar. Dengan menganalisa sinyal yang dipantulkan tersebut, pemantul sinyal dapat ditentukan lokasinya dan kadang-kadang dapat juga ditentukan jenisnya. Meskipun sinyal yang diterima relatif lemah/kecil, namun radio sinyal tersebut dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat oleh radar.
Ada jenis radar yang mampu menembus permukaan tanah (Ground Penetrating Radar/GPR). Pada dasarnya, radar bekerja dengan cara mengirimkan impuls gelombang elektromagnetik (EM) dan kemudian menangkap gema-nya. Pengiriman impuls dapat dilakukan langsung dalam kawasan waktu atau secara tak langsung dengan mensintesa gema radar pada kawasan frekuensi.
Prinsip radar geometri pencitraan GPR yaitu data pantulan untuk satu titik pencitraan akan berupa suatu fungsi waktu yang menyatakan letak dan kekuatan pemantul sepanjang perjalanan gelombang. Bentuk data radar yang paling mendasar ini disebut sebagai sapuan jenis-A atau A-scan. Untuk kasus impuls Dirac, pantulan ideal akan berupa impuls Dirac yang tertunda dan dilemahkan. Jika penyapuan dilakukan sepanjang suatu garis lurus, akan diperoleh sekumpulan A-scan yang menyatakan letak-letak pemantul pada kedalaman tertentu sepanjang garis. Untuk pemantuk berupa benda titik, profil pantulan akan berbentuk hiperbola tertelungkup. Hasil penyapuan yang demikian disebut sebagai B-scan. Jika B-Scan dilakukan berkali-kali sehingga meliputi suatu bidang datar, maka hasilnya adalah gambaran dimensi tiga yang disebut sebagai C-scan.


Sumber:
http://www.astrodigi.com/2010/04/sonar-radar-alami-yang-luar-biasa-pada.html
http://suksmono.wordpress.com/2008/06/09/radar-frekuensi-kontinyu-penembus-permukaan/
http://kusnantomukti.blog.uns.ac.id/2011/11/radardansonar/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar