1. Sonar
Sonar pertama untuk mendeteksi kapal selam atau benda benda bawah laut lainnya dengan menggunakan sifat-sifat piezoelektrik kuartz. Sonar merupakan sistem yang menggunakan gelombang suara
bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi dan
menetapkan lokasi obyek di bawah laut atau untuk mengukur jarak bawah
laut. Sejauh ini sonar telah luas digunakan untuk mendeteksi kapal selam
dan ranjau,mendeteksi kedalaman, penangkapan ikan komersial,
keselamatan penyelaman, dan komunikasi di laut.
Cara
kerja perlengkapan sonar adalah dengan mengirim gelombang suarabawah
permukaan dan kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang ke operator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.
Bahkan ada hewan yang memiliki snar alami yang luarbiasa, yaitu kelelawar. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences
edisi awal, para ilmuwan melaporkan kelelawar memancarkan frekuensi
suara yang mendeteksi gerakan dan hambatan sekitar. Mereka menemukan
kelelawar membuat template mental dari setiap siaran dan gema untuk
membedakan pantulan echo benda satu dengan lain. Penelitian ini penting
untuk desain sistem sonar radar yang lebih baik dengan memanfaatkan
kemampuan alami kelelawar. Kelelawar memiliki kemampuan menggunakan gema
sebagai pengidentifikasi objek tak kelihatan. Para peneliti ini
menyusun jaringan rantai dari langit-langit ke lantai. Mereka menguji
kemampuan kelelawar cokelat besar pada berbagai jalur penerbangan dan
mengubah kondisi jala dengan cepat.
Mikrofon
radio mini dilekatkan pada kepala kelelawar untuk merekam suara mereka.
Mikrofon lainnya ditempatkan di ruangan pencatat gema. Gerakan
kelelawar difilmkan dengan kamera resolusi tinggi. Tim segera sadar
kelelawar dihadapkan dengan gema tumpang tindih. Itu bisa menciptakan
kebingungan mencari lokasi hambatan dan bisa memproduksi benda tidak
nyata. Ahli menyimpulkan bahwa ketika ada banyak hambatan dalam
lingkungan, kelelawar memancarkan suara dengan cepat dan Itu tidak bisa
menunggu suara lain kembali sebelum memperbarui citra.
Kelelawar
mengatasi kebingunan ini dengan membuat sebuah template, atau mental
sidik jari, berdasarkan pancaran suara dan gema. Dengan cara itu,
kelelawar hanya perlu sedikit mengubah frekuensi dari siaran untuk
membuat echo template yang tak sesuai aslinya. Tim menemukan kelelawar
mengubah pancaran frekuensi tak lebih dari 6 Kilohertz.
2. Radar
Radar (Detection and Ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio) adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik
yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map
benda-benda seperti pesawat terbang, berbagai kendaraan bermotor dan
informasi cuaca(hujan). Panjang
gelombang yang dipancarkan radar adalah beberapa milimeter hingga satu
meter. Gelombang radio/sinyal yang dipancarkan dan dipantulkan dari
suatu benda tertentu akan ditangkap oleh radar. Dengan menganalisa
sinyal yang dipantulkan tersebut, pemantul sinyal dapat ditentukan
lokasinya dan kadang-kadang dapat juga ditentukan jenisnya. Meskipun sinyal yang diterima relatif lemah/kecil, namun radio sinyal tersebut dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat oleh radar.
Ada jenis radar yang mampu menembus permukaan tanah (Ground Penetrating Radar/GPR). Pada
dasarnya, radar bekerja dengan cara mengirimkan impuls gelombang
elektromagnetik (EM) dan kemudian menangkap gema-nya. Pengiriman impuls
dapat dilakukan langsung dalam kawasan waktu atau secara tak langsung
dengan mensintesa gema radar pada kawasan frekuensi.
Prinsip radar geometri pencitraan GPR yaitu data
pantulan untuk satu titik pencitraan akan berupa suatu fungsi waktu
yang menyatakan letak dan kekuatan pemantul sepanjang perjalanan
gelombang. Bentuk data radar yang paling mendasar ini disebut sebagai sapuan jenis-A atau A-scan.
Untuk kasus impuls Dirac, pantulan ideal akan berupa impuls Dirac yang
tertunda dan dilemahkan. Jika penyapuan dilakukan sepanjang suatu garis
lurus, akan diperoleh sekumpulan A-scan yang menyatakan
letak-letak pemantul pada kedalaman tertentu sepanjang garis. Untuk
pemantuk berupa benda titik, profil pantulan akan berbentuk hiperbola
tertelungkup. Hasil penyapuan yang demikian disebut sebagai B-scan. Jika B-Scan dilakukan berkali-kali sehingga meliputi suatu bidang datar, maka hasilnya adalah gambaran dimensi tiga yang disebut sebagai C-scan.
Sumber:
http://www.astrodigi.com/2010/04/sonar-radar-alami-yang-luar-biasa-pada.html
http://suksmono.wordpress.com/2008/06/09/radar-frekuensi-kontinyu-penembus-permukaan/
http://kusnantomukti.blog.uns.ac.id/2011/11/radardansonar/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar