Apa Itu Management??
Manajemen sebagai sebuah ilmu tentu tidak terbatas pada lingkup
teori semata, tetapi mencakup praktek dalam dunia nyata. Istilah manajemen
lazim disandangkan pada urusan bisnis - padahal untuk sekedar tahu saja - tidak
hanya bisnis yang perlu di-manage (dikelola). Saat ini beberapa perguruan
tinggi membuka program keilmuan manajemen untuk urusan pendidikan, rumah sakit
dan lain-lain.
Di blog ini kita tidak akan membahas ilmu manajemen lain selain
manajemen untuk bisnis. Apakah saya dalam hal ini termasuk orang yang kompeten
menulis definisi dan paparan tentang manajemen bisnis? Bukan, tentu saja saya
bukan orang yang tepat untuk menjabarkan panjang lebar tentang ilmu manajemen
bisnis saat ini.
Tapi saya ingin sedikit berbagi, setidaknya ada 4 bidang
yang perlu diperhatikan dalam menguasai manajemen bisnis, yaitu mengenai Operasional,
Pemasaran, Keuangan dan Sumber Daya Manusia. Keempat bidang ini saling
berkaitan satu sama lain.
Mengenai operasional yang pertama perlu diperhatikan adalah
urusan produksi. Dalam menjalankan bisnis tidak harus memproduksi sendiri,
tetapi bisa menggunakan jasa makloon (menggunakan jasa orang lain dalam
memproduksi). Sebagai seorang wirausaha perlu dipikirkan apakah akan
memproduksi sendiri barang dagangannya atau menggunakan jasa orang lain.
Suami saya adalah seorang ahli Bahasa, tapi dia memiliki
jiwa wirausaha yang tinggi. Suatu saat terlintas dalam pikirannya untuk
mengambil peluang dengan menjual penghemat bahan bakar untuk kendaraan bermotor.
Untuk konsep awal produk ia rancang sendiri, selebihnya diserahkan kepada orang
lain yang sudah berpengalaman di bidang itu. Setelah mengamati dan ikut terjun
dalam proses produksi, ia menyimpulkan sendiri bahwa pembuatan alat itu
sebetulnya mudah. Hanya tinggal memasang komponen ini dan itu. Akhirnya ia
putuskan untuk membuat bengkel kerja sendiri dengan satu orang tenaga ahli dan
beberapa orang pekerja dengan tujuan untuk menghemat ongkos produksi. Belanja alat-alat sendiri, memilih bahan baku
pun sendiri, semuanya dilakukan demi menekan biaya dan meningkatkan profit. Apa
yang terjadi, produk yang diciptakan tidak memiliki standar produk yang layak
pakai. Padahal rasanya sudah dibuat persis sama seperti produk yang awal
dibuat. Ini hanya sedikit cerita mengenai usaha yang pernah dijalankan oleh
suami. Belajar dari pengalaman tadi kami akan lebih mempertimbangkan ketika
kembali memasarkan suatu produk, apakah akan memproduksi sendiri atau
menggunakan jasa orang lain.
Ketika kekuatan bisnis Anda terletak pada pemasarannya,
sebaiknya urusan produksi diserahkan kepada orang lain. Namun jika memang Anda
memiliki modal utama dalam bidang produksi, sebaiknya manfaatkan kekuatan
tersebut dan carilah partner yang mampu memasarkan produk Anda kepada konsumen.
Selanjutnya dalam bidang operasional yang perlu diperhatikan adalah pengecekan
barang di dalam gudang. Ini jika usaha Anda berupa barang. Data mengenai perputaran
produk di tempat penyimpanan barang (gudang atau stok di display) sangat
penting untuk selalu diperbarui.
Bagaimana jika yang dijual adalah jasa? Pengalaman kami
menjalankan bisnis travel umroh dan haji plus, sistem operasional yang perlu
diperhatikan dalam bidang jasa adalah kejelasan fasilitas yang didapatkan oleh
konsumen. Kami selalu berharap pengguna jasa kami merasa puas, menjadi percaya kepada
kami dan memberikan rekomendasi yang baik kepada sanak famili maupun
rekan-rekan mereka yang lain. Hal lain adalah aturan yang jelas perlu dibuat
dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Misalnya dalam pemberangkatan
umroh/haji, kami membuat aturan mengenai pembayaran, pelunasan dan pembatalan.
Bidang yang selanjutnya adalah mengenai pemasaran. Seorang
wirausaha harus sudah menentukan bentuk pemasaran untuk produk/jasa yang akan
ditawarkan kepada konsumen. Suami saya adalah seorang wirausaha sekaligus
marketer yang handal (penilaian seorang istri :) ).
Kelebihan suami saya adalah mampu membuat orang lain terkesima mendengarkan
penjelasannya. Saya yakin banyak orang yang juga seperti suami saya,
menggunakan the power of mouth to mouth dalam memasarkan produk/jasanya. Selain
itu, saya dengan minat saya sendiri berupaya mempromosikan usaha kami lewat
dunia internet. Cobalah masuk ke situs penjualan seperti Indonetwork, Tokobagus, Kaskus dan jangan remehkan kekuatan blog gratisan... Seperti yang saya kelola saat ini, http://backpacker-umroh.blogspot.com.
Bidang yang kami geluti saat ini adalah herbal, beberapa
kali kami mengadakan bakti sosial pengobatan cara Nabi SAW (Thibun Nabawi)
sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat (istilah marketing-nya CSR ya….).
Selain itu kami mendirikan Institut Ketabiban Herbal untuk memfasilitasi
orang-orang yang ingin mempelajari Thibun Nabawi, terutama bekam dan ruqyah. Selain
itu juga kiropraksi, pijat bayi, akupuntur, iridologi dan acupressure. Selain
itu kami bekerjasama dengan Yayasan yang dikelola oleh suami sendiri dalam menjalankan
program peduli 1000 yatim.
Kemudian yang perlu dipikirkan adalah mengenai keuangan.
Arus kas masuk dan keluar sangat penting untuk dicatat harian. Sementara dalam
periode 1 sampai 3 bulan minimal perlu dibuat neraca dan laporan laba guna
mengetahu perkembangan usaha. Saya membantu suami membuat laporan keuangan
sederhana, kami tidak melibatkan diri pada permodalan dari bank untuk saat ini,
mudah-mudahan untuk selanjutnya bisa mandiri.
Hal yang terakhir adalah mengenai sumber daya manusia. Dalam
menentukan siapa di posisi apa tentu masing-masing orang memiliki
pertimbangannya sendiri. Kami, sejauh ini berupaya untuk tidak menilai orang
hanya sekedar dari latar belakang pendidikannya. Kami menerima seorang pekerja
dengan latar belakang pendidikan SMP sebagai office boy dengan gaji hanya Rp
600.000,00 dengan peraturan ketat dalam menjaga kantor. Kemudian dengan
kegigihannya pekerja kami ini bekerja dengan sangat baik. Berkat kejujurannya
kami mempercayakan kepadanya posisi Supervisor untuk saat ini dengan gaji yang
jauh lebih baik. Sementara beberapa kali pekerja dengan latar belakang Sarjana
tidak serius dalam menjalani kontrak kerja.
Semua bidang yang perlu dikelola dalam sebuah bisnis
merupakan satu kesatuan. Keputusan mengenai operasional akan mempengaruhi pola
keuangan dan keputusan dalam meng-hire pekerja (SDM). Keputusan mengenai
pemasaran akan mempengaruhi pola keuangan dan juga persoalan SDM. Keputusan
mengenai keuangan mempengaruhi persoalan SDM dan mengenai SDM mempengaruhi
keputusan mengenai keuangan. Setidaknya itu yang dapat saya simpulkan dari
hasil pengamatan saya secara pribadi.
Siapa
sangka sahabat saya yang pendiam itu kini menyelam lebih dalam lagi di
dunia Manajemen Bisnis di sebuah PTN di Kota Kembang. Cita-citanya
adalah menjadi
dosen di bidang ilmu Manajemen Bisnis. Suatu saat saya akan mengajaknya
berdiskusi lebih serius mengenai Manajemen Bisnis.
Sumber by : http://inspirasiwirausahamuda.blogspot.co.id/2012/11/manajemen-bisnis-apa-itu.html
http://ppm-manajemen.ac.id/sarjana-manajemen/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar