Jumat, 18 September 2015

Fatamorgana dan Proses Terjadinya

Fatamorgana dan Proses Terjadinya

Dalam sebuah satu perjalanan ke luar kota, di jalan tol salah satu putra dari mereka yang masih beruisia sekitar 8 tahun berseru “panas-panas begini di depan ko ada air tergenang?, dari mana air itu, apakah tadi malam di sini hujan?”. Pertanyaan-pertanyaan keluar secara spontan karena menurut dia hal tersebut aneh. Ibu anak tersebut berusaha menjelaskan bahwa di depan sana tidak ada air yang tergenang. Lebih lanjut ibu tersebut mengatakan bahwa hal tersebut dikatakan fatamorgana. Jawaban sang ibu tidak lantas membuat anak puas, seraya terus bertanya apa sebenarnya fatamorgana itu, mengapa bisa terjadi fatamorgana, apakah fatamorgana itu hanya ada di jalan tol saja, dan serentetan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Berangkat dari ilustrasi tersebut, apakah sebenarnya fatamorgana itu, apa yang menyebabkan terjadinya fatamorgana, dan ada berapakah jenis fatamorgana?
Untuk mengetahui hal tersebut di atas, kita coba mengulas tentang fatamorgana.
Apakah Fatamorgana itu?
Fatamorgana adalah sebutan kepada yang bersifat khayal yang tidak mungkin dapat dipercayai. Hal ini diambil dari gejala optis suatu permukaan yang sangat panas yang tampak mengkilat seperti permukaan air. “fatamorgana yaitu ilusi optik akibat pembiasan sinar matahari oleh udara dengan tingkat kerapatan berbeda” (Hartono:2007, 90).
Fatamorgana sudah menjadi bagian dari cerita-cerita petualangan di padang pasir, yaitu dimana seseorang yang tersesat, kelelahan, kelaparan dan kehausan melihat di kejauhan ada genangan air, akan tetapi setelah didekati genangan air itu menghilang. Pada cerita-cerita demikian dikesankan bahwa penglihatan orang itu sebagai penglihatan khayal, atau halusinasi orang yang kelelahan. Tetapi tidak demikian halnya, kejadian-kejadian itu benar ada dan bisa dialami oleh orang yang segar bugar. Fatamorgana biasanya berupa genangan air di tengah padang pasir atau dipermukaan jalan beraspal yang terkena panas terik matahari. Ketika sinar matahari mengenainya, maka terjadi perubahan suhu pada permukaan aspal sehingga kerapatan udaranya menjadi renggang. Dengan adanya perubahan kerapatan udara maka terjadi perbedaan indeks bias antara udara dipermukaan aspal dengan udara disekitarnya.
Apakah penyebab terjadinya fatamorgana?
Seperti yang dijelaskan pada (https//smp9depok.file.wordpress.com/2008/10/pembiasan-cahaya) bahwa fatamorgana terjadi karena adanya pembiasan cahaya (refraksi) yaitu peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena melalui medium yang berbeda kerapatan optiknya. Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1. mendekati garis normal
Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium optik kurang rapat ke medium optik lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari udara ke dalam air.
2. menjauhi garis normal
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika cahaya merambat dari medium optik lebih rapat ke medium optik kurang rapat, contohnya cahaya merambat dari dalam air ke udara.
Syarat-syarat terjadinya pembiasan :
  • cahaya melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya;
  • cahaya datang tidak tegaklurus terhadap bidang batas (sudut datang lebih kecil dari 90)
Beberapa contoh gejala pembiasan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari- hari diantaranya :
  • dasar kolam terlihat lebih dangkal bila dilihat dari atas.
  • kacamata minus (negatif) atau kacamata plus (positif) dapat membuat jelas pandangan bagi penderita rabun jauh atau rabun dekat karena adanya pembiasan.
  • terjadinya pelangi setelah turun hujan.
Ada berapa jeniskah fatamorgana?
Jenis-jenis Fatamorgana Ditinjau dari posisi bayangannya, fatamorgana dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Fatamorgana inferior
Fatamorgana inferior merupakan jenis fatamorgana yang paling umum terjadi dan dapat dilihat oleh semua orang. Saat terjadi fatamorgana inferior, sebuah objek terlihat seperti sebuah genangan air di bawah objek yang sebenarnya dalam keadaan terbalik, hal ini dapat terjadi karena ketika tanah atau aspal yang sangat panas, panas akan diradiasikan keluar dari dalam tanah dan memanaskan udara yang berada tepat di atasnya.
Ketika udara menjadi panas, maka indeks bias udara akan lebih kecil dari indeks bias udara dingin. Menurut Giancoli dalam websiter “Udara panas lebih tipis dari udara sejuk, sehingga indeks bias sedikit lebih rendah di udara yang panas” (www.slideshare.net/zennfuzz/jenisjenis-fatamorgana-dan-proses-terjadinya). Ketika cahaya melewati udara dingin dan masuk ke dalam udara yang panas, maka cahaya akan dibelokkan.
Fatamorgana terlihat seperti sebuah benda yang tercermin dalam air karena cahaya objek yang bergerak ke tanah dibelokkan dan bergerak ke mata dan menciptakan citra ganda.
2. Fatamorgana superior
Fatamorgana superior adalah bentuk ilusi optik yang luar biasa. Fatamorgana superior ini biasanya banyak terjadi di laut dan di kutub, karena permukaan laut dan kutub lebih dingin dibandingkan dengan udara disekitarnya, sehingga ketika udara dingin terhambat oleh udara panas yang ada disekitarnya, terbentuklah bayangan fatamorgana superior yang terjadi tepat berada diatas objek aslinya. Menurut Bhatnagar, “ketika fatamorgana terlihat di atas posisi objek sebenarnya itu disebut fatamorgana superior” Bhatnagar (2006:106). Fatamorgana superior berada di atas objek aslinya, bisa dalam keadaan terbalik maupun tegak lurus. Ketika fatamorgana terlihat lebih tinggi di langit dari pada objeknya, fenomena itu biasanya disebut looming (menjulang).
3. Fatamorgana Lateral
Fatamorgana lateral adalah peristiwa ilusi optik yang terjadi pada sumbu vertikal, dimana bayangan akan terbentuk berada di samping objek aslinya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Lync  bahwa, “ketika permukaan dinding disinari matahari, akan terlihat seperti sebuah cermin di permukaan bagian luar dinding tersebut” (Lynch K. D & Livingston William(2001:62). Fatamorgana lateral terjadi pada bidang vertikal dimana dinding lebih panas dari udara hanya beberapa sentimeter saja, sehingga medium udara dipermukaan dinding lebih renggang dibandingkan medium udara di sekitarnya. Hal tersebut sesuai dengan hukum snellius II yang menyatakan bahwa jika sinar datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat akan dibiaskan menjauhi garis normal.
Itulah sekelumit tentang fatamorgana. Semoga bermanfaat!

sumber by : https://sitinurasyiahf4.wordpress.com/2015/02/07/fatamorgana-dan-proses-terjadinya/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar