Fatamorgana dan Proses Terjadinya
Dalam sebuah satu perjalanan ke luar
kota, di jalan tol salah satu putra dari mereka yang masih beruisia
sekitar 8 tahun berseru “panas-panas begini di depan ko ada air tergenang?, dari mana air itu, apakah tadi malam di sini hujan?”.
Pertanyaan-pertanyaan keluar secara spontan karena menurut dia hal
tersebut aneh. Ibu anak tersebut berusaha menjelaskan bahwa di depan
sana tidak ada air yang tergenang. Lebih lanjut ibu tersebut mengatakan
bahwa hal tersebut dikatakan fatamorgana. Jawaban sang ibu
tidak lantas membuat anak puas, seraya terus bertanya apa sebenarnya
fatamorgana itu, mengapa bisa terjadi fatamorgana, apakah fatamorgana
itu hanya ada di jalan tol saja, dan serentetan pertanyaan-pertanyaan
lainnya.
Berangkat dari ilustrasi tersebut, apakah
sebenarnya fatamorgana itu, apa yang menyebabkan terjadinya
fatamorgana, dan ada berapakah jenis fatamorgana?
Untuk mengetahui hal tersebut di atas, kita coba mengulas tentang fatamorgana.
Apakah Fatamorgana itu?
Fatamorgana adalah sebutan kepada yang
bersifat khayal yang tidak mungkin dapat dipercayai. Hal ini diambil
dari gejala optis suatu permukaan yang sangat panas yang tampak
mengkilat seperti permukaan air. “fatamorgana yaitu ilusi optik akibat
pembiasan sinar matahari oleh udara dengan tingkat kerapatan berbeda”
(Hartono:2007, 90).
Fatamorgana sudah menjadi bagian dari
cerita-cerita petualangan di padang pasir, yaitu dimana seseorang yang
tersesat, kelelahan, kelaparan dan kehausan melihat di kejauhan ada
genangan air, akan tetapi setelah didekati genangan air itu menghilang.
Pada cerita-cerita demikian dikesankan bahwa penglihatan orang itu
sebagai penglihatan khayal, atau halusinasi orang yang kelelahan. Tetapi
tidak demikian halnya, kejadian-kejadian itu benar ada dan bisa dialami
oleh orang yang segar bugar. Fatamorgana biasanya berupa genangan air
di tengah padang pasir atau dipermukaan jalan beraspal yang terkena
panas terik matahari. Ketika sinar matahari mengenainya, maka terjadi
perubahan suhu pada permukaan aspal sehingga kerapatan udaranya menjadi
renggang. Dengan adanya perubahan kerapatan udara maka terjadi perbedaan
indeks bias antara udara dipermukaan aspal dengan udara disekitarnya.
Apakah penyebab terjadinya fatamorgana?
Seperti yang dijelaskan pada (https//smp9depok.file.wordpress.com/2008/10/pembiasan-cahaya)
bahwa fatamorgana terjadi karena adanya pembiasan cahaya (refraksi)
yaitu peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena melalui
medium yang berbeda kerapatan optiknya. Arah pembiasan cahaya dibedakan
menjadi dua macam yaitu :
1. mendekati garis normal
Cahaya dibiaskan mendekati garis normal
jika cahaya merambat dari medium optik kurang rapat ke medium optik
lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari udara ke dalam air.
2. menjauhi garis normal
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal
jika cahaya merambat dari medium optik lebih rapat ke medium optik
kurang rapat, contohnya cahaya merambat dari dalam air ke udara.
Syarat-syarat terjadinya pembiasan :
- cahaya melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya;
- cahaya datang tidak tegaklurus terhadap bidang batas (sudut datang lebih kecil dari 90)
Beberapa contoh gejala pembiasan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari- hari diantaranya :
- dasar kolam terlihat lebih dangkal bila dilihat dari atas.
- kacamata minus (negatif) atau kacamata plus (positif) dapat membuat
jelas pandangan bagi penderita rabun jauh atau rabun dekat karena adanya
pembiasan.
- terjadinya pelangi setelah turun hujan.
Ada berapa jeniskah fatamorgana?
Jenis-jenis Fatamorgana Ditinjau dari posisi bayangannya, fatamorgana dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Fatamorgana inferior
Fatamorgana inferior merupakan jenis
fatamorgana yang paling umum terjadi dan dapat dilihat oleh semua orang.
Saat terjadi fatamorgana inferior, sebuah objek terlihat seperti sebuah
genangan air di bawah objek yang sebenarnya dalam keadaan terbalik, hal
ini dapat terjadi karena ketika tanah atau aspal yang sangat panas,
panas akan diradiasikan keluar dari dalam tanah dan memanaskan udara
yang berada tepat di atasnya.
Ketika udara menjadi panas, maka indeks
bias udara akan lebih kecil dari indeks bias udara dingin. Menurut
Giancoli dalam websiter “Udara panas lebih tipis dari udara sejuk,
sehingga indeks bias sedikit lebih rendah di udara yang panas” (
www.slideshare.net/zennfuzz/jenisjenis-fatamorgana-dan-proses-terjadinya). Ketika cahaya melewati udara dingin dan masuk ke dalam udara yang panas, maka cahaya akan dibelokkan.
Fatamorgana terlihat seperti sebuah benda yang tercermin dalam air
karena cahaya objek yang bergerak ke tanah dibelokkan dan bergerak ke
mata dan menciptakan citra ganda.
2. Fatamorgana superior
Fatamorgana superior adalah bentuk ilusi
optik yang luar biasa. Fatamorgana superior ini biasanya banyak terjadi
di laut dan di kutub, karena permukaan laut dan kutub lebih dingin
dibandingkan dengan udara disekitarnya, sehingga ketika udara dingin
terhambat oleh udara panas yang ada disekitarnya, terbentuklah bayangan
fatamorgana superior yang terjadi tepat berada diatas objek aslinya.
Menurut Bhatnagar, “ketika fatamorgana terlihat di atas posisi objek
sebenarnya itu disebut fatamorgana superior” Bhatnagar (2006:106).
Fatamorgana superior berada di atas objek aslinya, bisa dalam keadaan
terbalik maupun tegak lurus. Ketika fatamorgana terlihat lebih tinggi di
langit dari pada objeknya, fenomena itu biasanya disebut looming
(menjulang).
3. Fatamorgana Lateral
Fatamorgana lateral adalah peristiwa
ilusi optik yang terjadi pada sumbu vertikal, dimana bayangan akan
terbentuk berada di samping objek aslinya. Hal tersebut sesuai dengan
pendapat yang dikemukakan oleh Lync bahwa, “ketika permukaan dinding
disinari matahari, akan terlihat seperti sebuah cermin di permukaan
bagian luar dinding tersebut” (Lynch K. D & Livingston
William(2001:62). Fatamorgana lateral terjadi pada bidang vertikal
dimana dinding lebih panas dari udara hanya beberapa sentimeter saja,
sehingga medium udara dipermukaan dinding lebih renggang dibandingkan
medium udara di sekitarnya. Hal tersebut sesuai dengan hukum snellius II
yang menyatakan bahwa jika sinar datang dari medium yang lebih rapat ke
medium yang kurang rapat akan dibiaskan menjauhi garis normal.
Itulah sekelumit tentang fatamorgana. Semoga bermanfaat!
sumber by : https://sitinurasyiahf4.wordpress.com/2015/02/07/fatamorgana-dan-proses-terjadinya/